Sewa lahan dan franchise ritel

BataKita.

Bantu anak muda ikut punya eksposur ekonomi ke sewa lahan, properti ritel, dan franchise operasional mulai dari Rp1.000, dengan riset lokasi, laporan cashflow, dan pencatatan smart contract.

Mulai Rp1 ribu Sewa lahan + franchise Bukan afiliasi resmi tenant
Rp1 rb minimum simulasi agar barrier to entry sangat tipis
2 jalur sewa lahan yang stabil dan franchise operasional yang lebih aktif
Tenant kuat minimarket, franchise, tenant ritel, dan peluang komersial sejenis
Rp25 M modal minimum calon penyelenggara SCF baru, jadi perlu partner berizin

Konsep Produk

Akses kecil ke cashflow properti ritel.

BataKita. adalah konsep platform yang memecah manfaat ekonomi dari sewa lahan, bangunan ritel, atau gerai franchise menjadi unit kecil. User tidak membeli logo brand atau sertifikat tanah, tapi ikut pada porsi ekonomi yang disusun lewat badan hukum, kontrak, laporan, dan pencatatan digital.

Tokenisasi

Aset bernilai besar dipecah menjadi unit ekonomi kecil, misalnya Rp1.000 per unit, agar akses awal tidak berat.

Blockchain

Dipakai sebagai buku besar publik untuk mencatat supply unit, perpindahan kepemilikan, dan riwayat distribusi.

Smart Contract

Aturan digital yang mengotomasi porsi kepemilikan, whitelist user, voting, dan simulasi distribusi secara transparan.

Benefit

Mulai kecil, lihat tesis aset, pantau cashflow, belajar risiko, dan tidak harus membeli satu properti penuh sejak awal.

Approach produk

Dibikin sederhana: tanah disewa, toko berjalan, cashflow dibagi.

BataKita. memecah aset ritel menjadi unit ekonomi kecil. User tidak membeli sertifikat tanah atau logo brand, tapi ikut pada manfaat ekonomi dari sewa lahan, properti ritel, atau franchise yang disusun legal dan transparan.

Sewa Lahan

Model paling clean: SPV punya atau mengelola lahan/bangunan, tenant membayar sewa, hasil bersih dibagi proporsional.

Franchise Ritel

Model lebih aktif: unit ekonomi ikut pada gerai operasional. Potensi lebih besar, risikonya juga lebih tinggi.

Unit Rp1.000

Nominal awal dibuat tipis agar publik bisa belajar, simulasi, dan mulai akumulasi tanpa rasa jauh dari aset.

Jalur Legal

MVP belum menerima dana publik. Versi real butuh partner berizin, KYC, disclosure risiko, dan struktur SPV.

Demo marketplace

Contoh aset untuk pitching publik.

Angka di bawah adalah skenario MVP untuk demo, bukan penawaran efek. Foto brand dipakai sebagai referensi kategori ritel. BataKita. tidak mengklaim afiliasi resmi dengan Alfamart, Indomaret, atau tenant mana pun sampai ada dokumen kerja sama formal.

Contoh storefront Alfamart sebagai referensi kategori ritel
Sewa lahan Minimarket-ready

Lahan dan bangunan disewa tenant

Target dana
Rp1,65 M
Unit awal
Rp1.000
Yield simulasi
6,9%/tahun
Coba simulasi
Contoh storefront Indomaret sebagai referensi kategori franchise ritel
Franchise Operasional gerai

Gerai ritel berbasis franchise

Target dana
Rp850 Jt
Unit awal
Rp1.000
Profit simulasi
8,0%/tahun
Coba simulasi
Interior bangunan operasional sebagai contoh aset properti produktif lain
Aset produktif Tenant terverifikasi

Aset properti produktif lain

Target dana
Rp1,2 M
Unit awal
Rp1.000
Yield simulasi
7,0%/tahun
Coba simulasi

Tesis berbasis data

Bukan cuma "lokasinya rame".

Setiap aset harus punya underwriting: data lokasi, kualitas kontrak, ekonomi unit, dan risiko legal. Ini yang membedakan produk edukatif dengan ajakan investasi yang asal terlihat menarik.

Skor lokasi

Traffic harian, akses parkir, radius penduduk, anchor fasilitas, kompetitor, dan kecocokan dengan aturan toko swalayan daerah.

Kualitas kontrak

Durasi sewa, kenaikan sewa, deposit, siapa menanggung maintenance, klausul putus kontrak, dan hak perpanjangan.

Unit economics

Yield bersih, biaya legal, pajak, cadangan kosong, biaya operasional franchise, payback period, dan skenario sensitif.

Compliance

SHM/HGB, PBG/IMB, izin usaha, KYC user, disclosure risiko, larangan klaim return pasti, dan jalur partner berizin.

Kalkulator kepemilikan ekonomi

Tunjukkan bahwa aset bisa dimulai dari kecil.

Investor kecil perlu melihat angka dalam bahasa sederhana: setor berapa, dapat berapa unit, dan berapa estimasi distribusi jika aset menghasilkan sewa.

Simulasi memakai aset contoh Rp1,65 M dengan unit Rp1.000. Angka bersifat edukasi dan bukan janji hasil.

Total akumulasi Rp2.400.000
Unit ekonomi 2.400
Porsi aset 0,145%
Estimasi distribusi/tahun Rp163.200
Target dana aset Rp1,65 M

Dengan Rp100.000/bulan selama 24 bulan, user membangun porsi ekonomi kecil tanpa perlu membeli tanah sendiri.

Flow legal-teknis

Dari lokasi ritel ke unit ekonomi.

Arsitektur MVP memisahkan lokasi riil, kontrak sewa, hak ekonomi, dan pencatatan digital agar mudah dijelaskan ke publik, partner, dan regulator.

  1. 01

    Kurasi lokasi daerah

    Tim memetakan titik ritel: jalan utama, parkir, radius penduduk, kompetitor, izin daerah, dan status tanah.

  2. 02

    SPV pegang properti

    Tanah, bangunan, atau gerai operasional dipegang badan hukum. Sertifikat dan izin tetap mengikuti sistem resmi.

  3. 03

    Sewa atau franchise berjalan

    Cashflow bisa berasal dari sewa lahan/bangunan, profit gerai franchise, atau tenant sejenis yang punya kebutuhan lokasi jelas.

  4. 04

    Unit ekonomi dicatat

    User terverifikasi membeli unit dengan Rupiah. Smart contract mencatat porsi ekonomi dan riwayat distribusi.

  5. 05

    Sewa dibagikan

    Sewa bersih dibagikan proporsional. Perdagangan sekunder hanya lewat aturan partner berizin atau sandbox.

Founder BataKita.

Catatan founder

Syams Djuhair Hibatullah

Berangkat dari keresahan anak muda yang sulit masuk aset properti.

BataKita. dibangun untuk membuat aset produktif terasa lebih dekat: mulai dari Rp1.000, paham risikonya, dan melihat laporan cashflow dengan transparan. Fokus awalnya adalah validasi publik, edukasi, dan membangun struktur yang siap dibawa ke partner legal/berizin.

Demo dashboard investor

Pitch jadi lebih seamless saat publik bisa melihat dirinya di produk.

MVP ini menampilkan portfolio, status aset, riwayat distribusi, dan progress kepemilikan. Narasi publiknya: aset daerah yang bisa dilihat langsung, nabung kecil, paham risiko, pantau transparan.

Tidak menjanjikan kaya cepat Ada disclosure risiko sebelum waitlist Cocok untuk validasi demand dan partner pitch
BataKita.
Portfolio simulasi Rp6.000.000 240 unit - 3 aset dipantau
Distribusi berikutnya Rp13.600
Status KYC Verified

Riset untuk narasi publik

Retail lokal menarik, tapi harus rapi dari awal.

Section ini sengaja ditaruh di landing page agar pitch terasa grounded: ada data pasar, ada batasan hukum, dan ada sikap perlindungan konsumen sejak awal.

Storefront Alfamart sebagai referensi kategori ritel

Investasi gerai dan properti dipisah

Alfamart mencantumkan investasi gerai baru sekitar Rp300 juta-Rp500 juta dan menyatakan angka itu di luar investasi properti.

Lihat source
Storefront Indomaret sebagai referensi kategori franchise ritel

Lokasi dan legalitas adalah data inti

Form Indomaret meminta data lokasi, ukuran, bentuk lokasi, status kepemilikan, serta legalitas seperti SHM, HGB, PBG/IMB.

Lihat source
Bangunan komersial sebagai konteks izin dan lokasi usaha

Regulasi lokasi harus dicek per daerah

Pedoman toko swalayan memakai aturan nasional, namun jarak dengan pasar rakyat dan tata ruang bisa ditetapkan pemerintah daerah.

Lihat source
Kawasan komersial sebagai konteks struktur urun dana

Urun dana publik butuh struktur berizin

Jika unit memberi hak ekonomi, versi real perlu partner SCF berizin atau sandbox, KYC, disclosure risiko, dan laporan berkala.

Lihat source

Validasi publik

Join waitlist lewat WhatsApp.

Untuk MVP awal, targetnya mengukur minat publik terhadap sewa lahan dan franchise ritel yang bisa dimulai dari Rp1.000. Belum menerima dana investasi sungguhan.